10 Agu 2008

Belajar Tentang Keyakinan

Saat terbaring di Rumah Sakit
di sampingku ada dia Malaikatku
tak bosan rasanya ku menyebut namanya dan berkata
"Dia kakakku, kakak Nurul Ifadah dan aku menyayanginya
saat kondisiku terbaring lemah
saat kesakitan mendera
malaikatku menyentuh dan mengusap bagian tubuhku yang sakit dengan penuh kasih sayang dan kelembutan
rasa sakit yang membuatku gelisah perlahan membaik bahkan menghilang entah kemana
hari itu aku bertanya pada dia malaikatku
"Apa yang kakak lakukan padaku? mengapa rasa sakit itu tiba-tiba membaik?"
dengan gaya dan bahasa khasnya dia tersenyum dan berkata padaku
"Bukan kakak yang membaikkan kesakitan itu, tapi Tuhan"
"Bukankah aku dan kakak beda Tuhan? Aku kristiani dan kakak muslim?"
kemudian kakak menatapku lalu tersenyum dan berkata
"Kalau kakak dan kamu beda Tuhan, kok mau ya Tuhannya kakak menyembuhkan makhluk yang bukan Ciptaannya?"
aku bingung dan tak mampu menjawab, lalu kemudian dia melanjutkan dan bertanya.
"Kamu punya Tuhan?"
aku mengangguk
"kalau begitu kakak dan kamu sama saja. sama-sama punya Tuhan. Tuhan kakak dan Tuhanmu tidak beda sayang. Tuhan Kita satu (ESA) yang beda adalah cara kita mengabdi pada Tuhan."
Begitu lama aku mencerna kalimat itu. kalimat yang telah menghadirkan sebuah getaran di hatiku. sebuah getaran yang mengguncang hati dan logikaku. kekagumanku pada malaikatku itu semakin kuat. 
stetmen kakak memang selalu membuatku kagum
kalimat yang keluar dari lisan malaikatku membangkitkan semangatku untuk belajar tentang keyakinanku
hari ini kakak mengajarkanku tentang "Keyakinan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar