aku tak tahu harus kemana.
Sungguh hatiku merindukan koko, aku merasa koko ada bersamaku.
Aku berteriak dalam hati
tapi yang kutemui hanya kelamnya malam yang siap menerkamku
malam ini aku duduk memeluk kaki di sebuah emperan toko.
kulihat para gelandangan di sekelilingku tidur beralaskan kardus bekas
sedangkan aku hanya punya sendal sebagai pengalas pantat
aku berusaha menahan dingin
dingin yang terasa sampai ke tulangku
Tuhan, aku berjanji g akan nakal.
aku mau Tuhan melindungiku
aku minta selimutmu Tuhan
aku kedinginan
begitu erat ku peluk lututku
ditengah air mataku yang membajiri wajah
aku ketakutan,
aku kedinginan,
tapi tak ada yang menoleh ke arahku
tak ada orang yang bisa memelukku seperti ketika papi masih hidup

Tidak ada komentar:
Posting Komentar