Belum lagi luka tanganku ini kering, kini aku harus kehilangan koko.Koko Jimmy adalah satu-satunya harta yang Tuhan sisakan untukku sejak kepergian papi.
walau aku tak pernah bisa menerima senyum koko seumur hidupku. walau sikap koko selama ini melahirkan penilaian bahwa koko benci denganku. Tapi aku tetap saja menyayanginya dengan sepenuh hatiku.
Aku tak menyangka, Koko pergi meninggalkanku sendiri. Kerabat mulai berdatangan. mereka menangisi kepergian koko. tapi seakan mereka tak melihatku ada di sana. stigma tentang diriku sebagai anak pembawa sial dan petaka telah terkonsep dalam paradigma mereka. Di mata mereka aku adalah anak pembawa sial dan petaka. kehadiranku di muka bumi ini menyebabkan mami, papi dan koko meninggal dunia.
Koko meninggal dunia dalam keadaan sakit. ketika umurku 8 tahun, koko Jimmy telah berusia 20 tahun. aku memang sangat lambat lahir kedunia ini untuk menjadi adik buat koko. kepergian koko membuatku sebatangkara. mami, papi dan koko telah bersatu bersama Tuhan.
koko meninggal dunia pada tahun 2006, tepatnya 4 agustus 2006. sejak kematian koko aku tinggal dengan saudara mami yang bernama paman Agil dan keluarganya. aku disekolahkan dengan sisa peninggalan papi dan mami yang dikelolah oleh paman agil termasuk rumah yang kutinggali saat ini. tapi kepergian koko membuatku harus melarikan diri diusiaku yang ke-8 tahun dari rumah tempat aku dibesarkan bersama koko. aku nggak tahan dengan perlakuan istri paman agil yang selalu saja sinis dan menyudutkanku. aku memutuskan untuk pergi dari rumah tanpa tahu tujuan yang jelas. aku bermain, makan, dan hidup di jalan bersama orang-orang yang sebelumnya g aku kenal. aku kadang menangis saat harus menerima hinaan dari orang-orang yang melihatku. mereka merendahkanku karena kondisiku yang kumal dan kotor serta nggak punya satu tangan.
sekasar-kasarnya koko padaku, dia tidak pernah membiarkan pakaian kotor melekat di badanku. koko memang tak pernah senyum padaku, tapi koko memperhatikan keperluanku. aku kangen mami, papi dan koko. kini aku sendiri menahan rasa rindu itu. aku sayang mereka yang telah bersatu di rumah Tuhan dan aku tak tahu kapan aku bisa menyusul mereka.
mami, papi, koko, aku merindukanmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar