
kasih sayang Tuhan begitu besar pada seorang anak kecil seperti aku. Walau aku begitu sering dipaksa Tuhan berbaring di atas kasur kesakitan, aku tak pernah protes karena Tuhan selalu saja mempertemukanku dengan manusia-manusia baik hati.
Hidup dipanti asuhan tidaklah sepenuhnya menggembirakan. Tapi setidaknya di tempat ini aku lebih aman dan nyaman daripada hidup dijalan. namun tetap saja ada perasaan minder karena kondisi fisikku yang cacat. teman-teman di panti ini memang baik, tapi sebaik apapun mereka, tetap saja sering mengejekku "G punya tangan". berbulan-bulan kuhabiskan waktu dengan rutinitas panti asuhan dan kebanyakan di sela waktu luang, aku lebih senang menyendiri.
Di akhir tahun 2007 aku terbaring sakit. Aku sudah melaksanakan natal tahun ini sendiri. karena teman-temanku dan pengurus panti ini adalah muslim. beberapa hari setelah natal, aku terbaring sakit. badanku deman dan sekujur tubuhku ngilu.
berhari-hari aku harus tebaring lemah tanpa tenaga. Saat aku masih terbaring sakit, panti asuhan yang telah menampungku ini kedatangan tamu. sebuah Lembaga Pemerintah tengah berkunjung di panti ini untuk menyerahkan bantuan. Ternyata beberapa orang masuk ke kamar tempat aku terbaring setelah mendapat informasi dari pengelola panti bahwa salah satu anak asuhnya sudah beberapa hari ini sakit.
sebuah usapan lembut di kepalaku seketika membangunkanku. Seorang perempuan muda saat itu duduk di sisi kepalaku dan mengusapku begitu lembut penuh kasih sayang. Entah darimana aku tahu tentang itu. namun aku merasakannya. perlahan kubuka mataku dengan paksa. kulihat perempuan itu mengenakan Jilbab. dia adalah seorang muslim. perempuan itu datang dengan rombongannya dan beberapa diantaranya berada di kamar tempat aku terbaring. menyadari aku terbangun, mereka menyapaku dan memperkenalkan namanya. yang kuhafal hari itu itu adalah nama perempuan muda yang duduk dan mengusap kepalaku. namanya kakak Nunu. Dari sentuhannya, kurasakan sesuatu yang tak kurasakan saat orang lain menyentuhku. Aku menemukan Ketulusan dari sentuhannya. aku melihat wajahnya yang bercahaya walau mungkin banyak orang yang lebih cantik darinya. saat pertama ku buka mataku aku melihat cahaya di wajahnya. dari tatapan matanya, aku Tahu kalau orang ini bukan orang biasa. dia memandangku dengan tatapan kasih sayang, sebuah tatapan yang menenangkan hatiku dari kegelisahan. Dari sentuhan, perkataan dan tatapannya aku melihat ketulusan hatinya. Aku berani bersumpah bahwa ini adalah kata hatiku dan tidak ada sesuatu yang kutambah ataupun kukurangi dari ungkapan perasaanku ini.
Mulai saat itu, kakak Nunu menjadi sering ke panti asuhan. berinteraksi dengannya lebih lama membuatku nyaman dan termotivasi. kakak Nunu yang meminta izin ke pengelola panti agar aku dibawa ke RS dan kakak Nunu beserta teman-temannya setia menjaga dan merawatku hingga pulih. Bagiku kakak Nunu adalah malaikat yang datang menemuiku.
di Akhir tahun 2007 Aku bertemu Malaikat dan dia adalah kakak Nunu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar